Friday, August 2, 2019

In an Alternate Reality, There'll Be Us

Apakah kau percaya bahwa ada kenyataan lain di luar kenyataan yang tengah kita jalani?

Di antara kata demi kata yang senantiasa kutuliskan, terkadang terlintas pikiran mengenai batas-batas yang memisahkan antara imajinasi dan realita. Apakah di semesta ini ada suatu tempat dimana khayalan kita sejatinya nyata adanya? Apakah dunia yang kita ciptakan dalam kepala kita merupakan hal yang tak lebih maupun kurang nyata dari dunia di luarnya? Apakah imaji yang tercipta dalam kepalaku juga dapat disebut sebagai realita - tempat dimana kita tak pernah saling mengucapkan kata pisah?

Abaikan kalimat terakhir. Toh, dalam dunia ‘nyata’ pun, sejatinya kita tak pernah saling mengucapkan kata pisah.

Semua terjadi dengan sangat cepat. Entah pada hari, jam, menit, dan detik keberapa dalam hidupmu, kau memutuskan bahwa eksistensiku tak lagi signifikan dalam perkembanganmu. Kata-kataku tak lagi menjadi hal yang menenangkanmu di kala gundah. Keberadaanku di sisimu tak lagi menjadi hal yang kau jaga. Pesan-pesan rinduku tak lagi menjadi hal yang ingin kau gubris. Begitu saja. Aku tak relevan lagi.

Maka dari itu, biarlah jemari yang sudah lama berhenti menari di atas tuts papan ketik ini menciptakan dunia dimana ia ditakdirkan untuk bertautan dengan jemarimu. Merealisasikan ruang sekian dimensi dimana kau dan aku tak pernah saling mundur menjauhi satu sama lain. Hanya hari-hari penuh cinta dan kebahagiaan lah yang akan kita lalui bersama. Selamanya.

0 comments:

Post a Comment