Sewaktu aku mulai nulis ini, aku lagi dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Location di notes-ku sih bilangnya aku lagi di Cikarang, Jawa Barat. Hahaha anggap ajalah fyi ya. Btw... Duh, kok awkward gini rasanya nulis di blog ya? Mungkin efek udah nyaris setahun gak nulis, hehe. Bukannya gak mau nulis, malahan selama 2015 ini I've made several attempts to write here, tapi ya... selalu gagal. Kali ini insya Allah berhasil deh.
Sambil nulis ini, aku lagi dengerin album Muse yang terbaru, Drones, yang diputar di mobil sewaan kami. Yah, selama dua hari di Jakarta, aku, papa, sama adekku sibuk nyariin kaset. Hasilnya kami dapet 4. Ada Drones-nya Muse, A Head Full of Dreams-nya Coldplay, Save Rock and Roll-nya Fall Out Boy (sebenernya aku mau yang terbaru, tapi yah kehabisan) sama... satu lagi gak bakal ada yang tau... Wonders of the Younger-nya Plain White T's. Hahahahahaha I'd bet you didn't know the band, because even my father was like "ini band apa?" When I took it from the store. Ya aku aja gak nyangka itu tuh dijual disini, soalnya emang gak terkenal dan aku denger full albumnya juga di deezer. Bodoamat dah, pokoknya it's one of my favorite albums. You should give it a listen.
Ngomongin kaset album gini, aku jadi pengen cerita tentang band yang aku dengar selama 2015.
Awal-awal 2015, aku masih tipe orang yang bodoamat tentang band. Yaa lagu apa yang enak didengar, mau nemu dari radio atau darimanapun, aku download. Pokoknya nggak peduli lah itu band atau penyanyinya siapa, boro-boro punya band favorit. Paling banter juga suka Peterpan, band yang menurutku band sejuta umat soalnya emang lagunya dikenal sama semua orang Indo.
Mulai masuk Maret 2015 alias bulan ulang tahunku, kayaknya masih sama... Sampe akhirnya adek aku entah kenapa beli kaset Avenged Sevenfold yang keluaran 2013, Hail to the King. He's not even a fan of metal or hard rock, jadi dia ngaku beli itu karena penasaran aja. Waktu kaset itu diputar di mobil mah nggak ada yang spesial, yang nempel di otak aku paling cuma "Haiiil to the king!" sama bagian gitarnya Heretic (duh jadi pengen denger). Dalam pikiran aku cuma, "oh jadi gini band Avenged Sevenfold tuh" which is... completely wrong karena HTTK tuh beda sama album-albumnya sebelumnya.
Yang akhirnya bikin aku denger lagu-lagu A7x lainnya itu, tak lain dan tak bukan, adalah kakak les aku. Ya waktu itu kan iseng-iseng buka twitter, terus aku follow lah kakak lesku ini. Waktu aku liat cover photo twitternya, ternyata itu cover albumnya A7x yang Nightmare. Wah anjer, jadi makin penasaran gitu sama band ini. Maka dari itu pada bulan Maret tanggal sekian belas, atas dasar rasa penasaran yang secara mendadak muncul, I opened youtube and searched for Hail to the King's full album track. Walau aku punya kasetnya, tapi di mobil aku nggak pernah benar-benar denger, jadi kali itu aku mau coba give it a better listen.
Waktu aku dengar bener-bener, aku lumayan suka lagu-lagunya. Favorite track aku tetap Heretic karena gitarnya enak. Lagu pertama, Shepherd of Fire, juga bagus. Yang lain juga oke, paling kalo denger 2-3 kali nanti suka juga, pikirku waktu itu. Yaa entah gimana, pokoknya akhirnya keterusan juga denger lagu-lagu A7x yang lain, denger albumnya yang Nightmare dan langsung suka yang judulnya Welcome fo the Family, iseng buka lyric videosnya secara random, cengar-cengir nonton video A Little Piece of Heaven (my absolute favorite song! 8 minutes worth of watching/listening, really), denger albumnya yang lain... Sampe akhirnya tanpa sadar, udah ngerasa kayak Avenged Sevenfold itu bener-bener band favorit.
So yeah you know, I'm pretty newbie about bands, jadinya isi hape aku waktu itu sumpah berderet lagu A7x semua ahahahahaha. Berminggu-minggu cuman denger lagu mereka, tetap betah denger lagu-lagunya yang rata-rata durasinya lebih dari 4 atau 5 menit (malahan lagu Save Me kalo nggak salah sampe 11 menit durasinya). Nah, saking bangganya punya band favorit, kupasanglah salah satu cover album mereka jadi display picture bbm. Yang ini nih:
Ngomongin kaset album gini, aku jadi pengen cerita tentang band yang aku dengar selama 2015.
Nah setelah aku pasang foto itu, ada temen aku di IPS yang komentar, namanya Fadjar. Ya intinya, ternyata dia suka A7x juga. Besok-besoknya kami sempat ngobrolin A7x pas aku ke kelas IPS 1, kelas berkumpulnya temen-temen deket aku hahaha. Dia bilang dia suka sama band yang namanya My Chemical Romance, tapi udah bubar. Yaudah, pokoknya entah kapan akhirnya aku tanya dia minta rekomen lagu MCR sama lagu Fall Out Boy (pasti tau Fall Out Boy kan? Yang nyanyiin soundtrack Big Hero 6 itu loh). Oh iya, selain itu Fafa, temen aku di IPS, juga rekomen ke aku dengerin album My Chemical Romance yang judulnya The Black Parade. So, pada awal bulan Mei 2015 yang bersejarah itu, mulailah aku dengar band yang gak pernah kupikir bakal jadi band favoritku itu...
Awalnya sih random aja dulu liat-liat music videonya. Awalnya aku biasa aja sama lagu-lagu mereka, sama sekali ga ngerasa bakal suka. Akhirnya I decided to give that The Black Parade album a listen. Aku inget banget tuh, dengerinnya dari aplikasi yang namanya TorchMusic, ya gimana kan soalnya kalo dari youtube audionya gabisa diputar pas appnya ditutup. Mulailah aku dengar albumnya... (Iya Azz cepet aja yaelah)
Opening track, judulnya The End, yah okay. Second track... Judulnya Dead! (Iya, pake tanda seru emang), aku mulai mikir wanjir ini lagu mayan juga rupanya. Third track... This is How I Disappear. Good. So freaking good. Too good that I had to post it on my path account. Fourth track, The Sharpest Lives, made my mind explode as I thought DAMN THIS BAND IS DA BOMB.
Lambat laun, akhirnya aku suka sama semua lagu di album itu. Semuanya. I can't even choose a favorite. Well, mungkin yang paling unik yang judulnya Mama sih... Coba dengerin deh.
Anyway, sampe hari ini, album The Black Parade masih jadi album favoritku dari band manapun. Sumpah, it was a compilation of tracks with quality. I love the concept, the art, the lyrics, the music, everything. Damn I even decided to buy it online, played it on my car's stereo, and watched my brother slowly starting to like the songs too.
By the way, selain album itu, akhirnya aku juga punya album-album MCR lain... Kecuali album pertama yang keluaran tahun 2002 kalo gak salah. I wonder if that album is still on sale somewhere. Needless to say, I absolute LOVE the band and all of their tracks. They're so freaking unique with their album concepts, lyrics, and good music. Oh, and don't forget about the members' personalities. Gerard, Mikey, Frank, Ray... It was such a shame for the band to part - they were really good, y'know? I sometimes hope they'll make music together again, someday.
Setelah denger MCR, akhirnya aku jadi suka explore band-band lain, mulai dari Fall Out Boy dan Panic! At the Disco yang dianggap "sejenis" sama MCR (mereka bertiga disebut sebagai 'The Emo Trinity' alias trio emo), Arctic Monkeys, System of a Down, Coldplay, Muse, dsb. Pokoknya, entah kenapa hidup jadi lebih rame sejak mulai discover band-band kayak gini. It feels good to be able to discuss about music with other people, let alone finding people with similar taste of music with you. Kadang aku masih mikir juga, dulu sebelum aku nemu band-band ini... Hidup aku sedatar apa ya...
Hahahaha I guess that's it! Maaf postnya rada gaje gitu ya, apalagi bagi yang gak suka musik. I just need to write on this blog about how much I love bands now, especially alternative rock ones.
And now... Wait, I've got a list of bands I have to listen to. I'll stop for now. See you on my next post!





